METRO
Indeks
Nasional

Hasil Penyisiran SAR di Rakata, Sertung, dan Sebesi: Belum Ada Jejak Delapan Orang Hilang

Pencarian jurnalis hilang Krakatau dan awak kapal yang mendampingi mereka masih berlanjut di perairan Selat Sunda. Tim SAR gabungan telah menyisir kawasan pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, namun hingga laporan terbaru belum ada petunjuk yang mengarah pada lokasi delapan orang yang hilang kontak saat peliputan erupsi. Perkembangan ini ikut diikuti masyarakat di berbagai daerah, termasuk pembaca di Padang dan Sumatera Barat yang memantau isu kebencanaan nasional.

Kelompok yang dicari terdiri atas lima jurnalis beserta tiga awak kapal Arupadhatu 1. Mereka kehilangan kontak ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian dipusatkan pada pulau-pulau di sekitar gunung api tersebut dengan dukungan kapal patroli, pengamatan visual, dan pesawat tanpa awak.

Rute penyisiran dari Pelindo ke kawasan pulau

Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya menjelaskan, rombongan bertolak dari Pelabuhan Pelindo menuju Rakata Besar, kemudian melanjutkan gerak ke kawasan Pulau Sertung. Pendekatan ke Anak Krakatau dilakukan lewat jalur Sertung–Rakata Besar, dengan jarak kurang lebih tiga sampai empat mil sebelum batas kawasan gunung.

Di titik tersebut tim berhenti dan mengamati secara perlahan sekitar satu jam. Menurut Lis, tidak ada temuan pada tahap itu, sehingga kapal berputar mengelilingi Sertung untuk memperluas jangkauan pantauan.

Pengamatan di Sebesi dan Rakata kecil

Setelah Sertung, tim melanjutkan ke Pulau Sebesi yang berdekatan. Di sana dilakukan pengamatan serupa, termasuk pemanfaatan drone. Perjalanan kemudian berlanjut dengan putaran ke arah Rakata kecil di depan, di mana personel kembali berhenti dan melakukan observasi visual langsung.

Lis menegaskan bahwa laporan dari personel pendukung satu per satu belum memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai objek yang dicari. Setelah rangkaian itu, penyisiran perairan dilanjutkan dengan kecepatan kapal yang diturunkan sebelum akhirnya bersandar.

Konfirmasi KN SAR Tetuka dan penggunaan drone

Kapten KN SAR 247 Tetuka, Septa Arif Rohadi, menyampaikan hasil senada. Usai pemantauan di sekitar Pulau Sertung, Sebesi, dan Rakata, pihaknya belum menemukan tanda-tanda terkait hilangnya jurnalis maupun awak Arupadhatu 1.

Ia menambahkan bahwa upaya penerbangan drone sudah dilakukan, namun hasil pantauan dari KN SAR Tetuka masih belum menunjukkan indikasi keberadaan mereka. Kombinasi pantauan laut dan udara menjadi bagian dari ikhtiar teknis yang dijalankan pada hari operasi tersebut, Jumat, 11 September 2026.

Dukungan Gubernur Banten dan harapan kelanjutan operasi

Gubernur Banten Andra Soni turut serta dalam pencarian bersama Tim SAR. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang gigih mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak. Andra Soni berharap kawan-kawan yang hilang dapat ditemukan dan semoga ikhtiar dimudahkan.

Meski hasil penyisiran hari itu nihil, ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan kekuatan Tim SAR agar operasi tidak terhenti. Bagi publik di luar Banten dan Lampung, termasuk di Padang, informasi resmi seperti ini membantu memisahkan kabar terverifikasi dari spekulasi di media sosial.

Ringkasnya, tiga pulau utama—Rakata, Sertung, dan Sebesi—sudah disisir dengan pengamatan kapal, visual langsung, dan drone. Belum ada temuan yang dapat dikonfirmasi. Operasi diperkirakan berlanjut dengan koordinasi lintas instansi hingga ada kejelasan nasib delapan orang yang hilang di sekitar Anak Krakatau.

Sumber: Liputan6.

Tag: jurnalis hilang, Anak Krakatau, Tim SAR, Pulau Sertung, Pulau Sebesi, Selat Sunda, Banten, pencarian kapal