METRO
Indeks
Olahraga

Ketua PB POBSI Dorong Pengprov Perbanyak Turnamen Biliar di Daerah

Upaya memperluas kompetisi biliar daerah kembali digaungkan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, saat membuka ruang evaluasi bersama pengurus di tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa kekuatan biliar nasional hanya akan tumbuh jika turnamen rutin hadir di luar pusat, termasuk peluang bagi atlet di Sumatera Barat dan kota Padang untuk lebih sering bertanding.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB POBSI 2026 yang digelar di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis, 10 September 2026. Forum tersebut dihadiri hampir seluruh perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI untuk meninjau capaian tahun berjalan sekaligus menyusun arah program 2027.

Komitmen pusat jaga pengembangan biliar nasional

Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa komitmen pengembangan biliar di Indonesia tidak boleh berhenti pada wacana. Menurutnya, pengawalan komitmen itu paling nyata jika kompetisi digelar lebih sering di daerah, sehingga talenta baru mendapat panggung tanpa harus menunggu event berskala besar di ibu kota saja.

Ia juga memastikan PB POBSI siap mendampingi Pengprov dalam membangun ekosistem biliar setempat. Dukungan itu mencakup fasilitasi agar pengurus daerah mampu merancang kalender kompetisi yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan musiman.

Rakernas evaluasi kinerja dan rancang program 2027

Agenda rakernas menjadi ajang bersama untuk menilai kinerja organisasi sepanjang tahun serta merumuskan program kerja tahun berikutnya. Kehadiran hampir seluruh Pengprov menandakan isu pembinaan di level daerah menjadi perhatian kolektif, bukan hanya urusan pengurus pusat.

Dalam forum tersebut, arah pembicaraan mengarah pada perlunya aktivitas kompetitif yang merata. Tanpa jadwal tanding yang cukup di provinsi, regenerasi atlet dinilai akan lambat dan jarak prestasi antardaerah sulit diperkecil.

Mengapa turnamen di daerah dinilai krusial

Hary menyampaikan bahwa biliar akan semakin kuat apabila kompetisi hidup di daerah-daerah. Ia menggarisbawahi kesiapan PB POBSI membantu Pengprov membangun cabang olahraga ini di setiap wilayah, agar pembinaan tidak terpusat dan peluang bertanding lebih terbuka bagi pesaing muda.

Bagi wilayah seperti Sumatera Barat, logika yang sama relevan: frekuensi kompetisi lokal yang lebih tinggi berpotensi menajamkan mental tanding atlet sebelum mereka tampil di kejuaraan nasional. Pendekatan ini sejalan dengan pesan pusat agar Pengprov tidak pasif menunggu event dari atas.

  • Perbanyak jadwal kompetisi di tingkat provinsi dan kota
  • Jaga komitmen pembinaan lewat aktivitas tanding yang terukur
  • Manfaatkan dukungan PB POBSI untuk penguatan Pengprov
  • Siapkan landasan program menuju target kerja 2027

Dampak bagi pembinaan di Sumbar dan kota Padang

Meski rakernas berlangsung di Jakarta, substansi ajakan Hary menyentuh kebutuhan pembinaan di daerah, termasuk Sumbar. Pengurus setempat dapat menjadikan pesan tersebut sebagai pijakan untuk meramaikan kompetisi biliar daerah, memperluas partisipasi klub, serta memberi ruang unjuk kemampuan bagi atlet Padang dan sekitarnya.

Dengan kalender tanding yang lebih hidup, proses seleksi ke level nasional diharapkan lebih objektif karena atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan resmi. Hal itu sejalan dengan visi organisasi untuk menaikkan daya saing biliar Indonesia secara bertahap.

Ke depan, keberhasilan ajakan ini akan terlihat dari seberapa aktif Pengprov menerjemahkan arahan rakernas ke dalam event konkret di wilayahnya. Kolaborasi pusat–daerah yang konsisten menjadi kunci agar kompetisi biliar daerah tidak hanya wacana, tetapi menjadi instrumen pembinaan yang terukur hingga 2027.

Sumber: Sindo News.

Tag: PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo, biliar Indonesia, Rakernas POBSI, kompetisi daerah, Pengprov POBSI, olahraga Sumbar, pembinaan atlet