METRO
Indeks
Nasional

Ribuan Traveler Menunggu di Terminal Soetta karena Abu Anak Krakatau

Situasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih padat pada Senin (7/9/2026). Ribuan penumpang bandara soetta memilih bertahan di Terminal 1, 2, dan 3 setelah aktivitas penerbangan dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bagi pembaca di Padang dan Sumatera Barat yang kerap transit lewat Jakarta, kondisi ini layak dipantau sebelum merencanakan perjalanan udara.

Penutupan sementara bandara berlaku hingga pukul 08.59 WIB. Calon penumpang datang dengan tujuan beragam: menunggu informasi keberangkatan, mengajukan pengembalian dana, atau meminta perubahan jadwal. Suasana terminal dipenuhi koper, antrean di konter maskapai, serta percakapan soal kepastian terbang.

Mengapa Banyak Penumpang Memilih Tetap di Bandara

Keputusan bertahan di bandara diambil karena informasi dari maskapai dan otoritas masih dinamis. Banyak tiket dibeli lewat aplikasi daring, sehingga proses refund atau reschedule tidak selalu langsung tuntas di tempat. Penumpang khawatir melewatkan pembukaan kembali slot penerbangan bila meninggalkan terminal terlalu cepat.

Salah satu penumpang, Bayu asal Depok, menceritakan rencananya terbang ke Berau, Kalimantan Timur, pukul 04.20 WIB batal total. Ia sudah menunggu sejak malam sebelumnya hingga sekitar pukul 12.00, lalu memutuskan menanti lagi hingga pukul 09.00. Hingga Senin pagi, kepastian pengembalian dana maupun jadwal pengganti belum ia terima.

Prioritas Keselamatan dan Respons Maskapai

Ketika dihubungi, pihak maskapai menekankan bahwa keselamatan penerbangan menjadi acuan utama. Check-in belum dapat dilayani selama penutupan masih berlaku. Bayu menyampaikan bahwa petugas pun belum bisa memberi jawaban pasti karena menunggu arahan terkait kondisi cuaca dan sebaran abu dari instansi terkait, termasuk BMKG.

Kondisi serupa dialami calon penumpang lain di tiga terminal utama. Sebagian membawa keluarga dan barang bawaan berlebih, sehingga opsi menginap di luar bandara terasa merepotkan tanpa kepastian jam operasional kembali. Antrean di layanan pelanggan maskapai memanjang sejak dini hari.

NOTAM AirNav dan Status Enam Bandara

AirNav Indonesia telah mengeluarkan NOTAM terbaru yang mengatur penutupan enam bandara terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Untuk Soekarno-Hatta, batasan waktu yang diumumkan masih mengacu pada pukul 08.59 WIB. Setelah batas itu, evaluasi lanjutan akan menentukan apakah slot penerbangan dapat dibuka bertahap.

Penumpang diimbau mengikuti pengumuman resmi maskapai dan pengelola bandara, bukan hanya informasi tidak terverifikasi di media sosial. Bagi warga Sumbar yang memiliki kerabat tertahan di Soetta atau berencana terbang lewat Jakarta pada hari yang sama, konfirmasi langsung ke call center maskapai tetap langkah paling aman.

  • Pantau status penerbangan lewat aplikasi resmi maskapai
  • Siapkan dokumen tiket dan identitas untuk pengurusan refund
  • Perhatikan batas waktu NOTAM yang dapat diperpanjang
  • Utamakan informasi dari AirNav, BMKG, dan pengelola bandara

Dampak bagi Perjalanan Lintas Daerah

Gangguan di Soekarno-Hatta berimbas pada konektivitas nasional, termasuk rute yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera dan Kalimantan. Penumpang dengan tujuan transfer atau lanjutan perjalanan ke daerah lain terpaksa menyesuaikan ulang itinerary. Keterlambatan satu segmen sering kali menggeser seluruh rangkaian perjalanan hari itu.

Pengelola bandara dan maskapai diminta mempercepat layanan informasi agar penumpang tidak menebak-nebak. Transparansi soal antrian refund, ketersediaan hotel transit, serta proyeksi pembukaan kembali landasan membantu menekan kepanikan di terminal.

Hingga laporan ini disusun, ribuan orang masih menunggu di kawasan terminal dengan harapan penutupan tidak diperpanjang jauh melewati batas yang sudah diumumkan. Keselamatan tetap menjadi alasan utama penundaan, sementara kenyamanan penumpang bergantung pada kecepatan komunikasi pihak maskapai dan otoritas bandara.

Pemantauan berkala terhadap perkembangan Gunung Anak Krakatau serta pembaruan NOTAM akan menentukan kapan lalu lintas udara di Soetta kembali normal. Traveler dari Padang maupun kota lain yang berangkat dalam waktu dekat disarankan menyiapkan rencana cadangan darat atau penjadwalan ulang lebih awal.

Sumber: Liputan6.

Tag: bandara soekarno-hatta, penumpang tertahan, abu vulkanik, gunung anak krakatau, penerbangan ditunda, airnav indonesia, terminal soetta, refund tiket