METRO
Indeks
Nasional

Api Melahap Pos Satlantas di Slipi Saat Unjuk Rasa Malam

Kabar dari ibu kota kembali menarik perhatian warga Padang dan Sumatera Barat: pos polisi slipi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, terbakar pada Kamis (27/8/2026) malam di tengah aksi unjuk rasa. Bangunan pos Satlantas Wilayah Jakarta Barat yang berada di bawah Flyover Slipi, Jalan S Parman, dilalap api usai dikerumuni massa. Peristiwa ini menambah daftar ketegangan di jalur protokol ibu kota yang kerap dilalui pemudik dan pelancong asal Sumbar.

Lokasi dan rangkaian kejadian di bawah flyover

Pos tersebut berdiri di bawah jembatan layang Slipi, titik strategis yang menghubungkan arus lalu lintas padat Palmerah. Menurut laporan lapangan, massa yang banyak diisi remaja sempat mengerubungi bangunan sebelum api menyala. Kaca bagian depan pecah terkena lemparan batu. Tidak lama kemudian, nyala api terlihat dari dalam pos dan asap mengepul ke udara malam.

Hingga berita awal diturunkan, keterangan resmi polisi mengenai penyebab pasti kobaran api belum disampaikan. Yang jelas, situasi cepat memanas dan memaksa aparat mengambil langkah pembubaran di lokasi.

Kesaksian warga yang tiba di tengah kebakaran

Seorang warga bernama Royyan (25) mengaku datang ke lokasi saat proses pembakaran sudah berlangsung. Ia melihat segerombolan massa masih berada di sekitar pos polisi sebelum akhirnya kocar-kacir. Kesaksiannya menjadi gambaran langsung suasana di Jalan S Parman malam itu.

Royyan menuturkan, dari arah Flyover Slipi polisi menembakkan gas air mata. Massa langsung berlarian meninggalkan area. Ia sendiri ikut menjauh karena khawatir ikut terjaring pengamanan. Arah kabur massa, antara lain menuju Palmerah dan Pejompongan.

Pergerakan massa dan dampak di sekitar lokasi

Sebelum benar-benar bubar, massa sempat bergerak lagi ke arah lampu merah di kawasan itu, lalu kembali menjauh. Di sekitar pom bensin Palmerah, saksi melihat sejumlah orang tergeletak. Situasi ini memperlihatkan betapa cepat kerumunan berubah dari aksi di jalan menjadi kekacauan yang menimpa fasilitas keamanan lalu lintas.

Bagi pembaca di Padang, peristiwa di Slipi menjadi pengingat bahwa unjuk rasa di pusat pemerintahan dapat berimbas pada fasilitas publik dan keselamatan pengguna jalan. Jalur S Parman merupakan koridor penting; gangguan di titik flyover berpotensi merambat pada kemacetan dan rasa tidak aman bagi masyarakat yang melintas, termasuk perantau Minang di Jakarta.

Upaya pembubaran dan status informasi resmi

Penggunaan gas air mata menjadi instrumen yang memaksa massa meninggalkan bawah flyover. Setelah tembakan gas, kerumunan tercerai ke beberapa arah. Namun, detail penanganan lanjutan, jumlah personel, serta kerugian material pos Satlantas belum diungkap secara resmi pada saat laporan awal disusun.

Masyarakat diingatkan untuk mengandalkan informasi dari sumber berwenang dan menghindari spekulasi yang memperkeruh suasana. Fasilitas pos polisi dan pos lalu lintas berfungsi mengawasi ketertiban jalan; kerusakan pada bangunan semacam itu berdampak langsung pada pelayanan pengamanan harian.

  • Lokasi: bawah Flyover Slipi, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat
  • Waktu: Kamis malam, 27 Agustus 2026
  • Ciri massa: didominasi remaja, sempat lempar batu
  • Respons aparat: tembakan gas air mata dari arah flyover

Redaksi Liputan Padang memantau perkembangan unjuk rasa dan dampaknya terhadap fasilitas publik di ibu kota. Warga Sumbar yang berada di Jakarta diminta tetap waspada di sekitar titik rawan, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan. Pembaruan soal penyelidikan atau keterangan resmi kepolisian akan dilanjutkan sesuai data yang dapat diverifikasi.

Sumber: Liputan6.

Tag: pos polisi slipi, flyover slipi, unjuk rasa jakarta, jakarta barat, gas air mata, satlantas, palmerah, keamanan ibu kota