METRO
Indeks
Nasional

Pesan Antidustinformasi Syafril Nasution di Forum Bakohumas Jakarta

Upaya memperkuat penyebaran informasi tepercaya kembali menjadi sorotan nasional ketika Corporate Secretary MNC Group sekaligus Direktur Pemberitaan iNews Media Group, Syafril Nasution, hadir sebagai narasumber Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas. Kegiatan yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan tersebut berlangsung di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, pada Selasa, 1 September 2026. Bagi pembaca di Padang dan Sumatera Barat, isu ini relevan karena arus berita digital kini menjangkau seluruh daerah tanpa batas.

Kehadiran tokoh media nasional di forum pejabat kehumasan pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi negara dan industri pemberitaan diperlukan untuk menjaga kualitas informasi publik. Disinformasi yang menyebar cepat lewat media sosial sering memicu kebingungan masyarakat, termasuk di wilayah Sumbar yang aktif mengikuti isu nasional maupun lokal.

Peran Bakohumas dalam Koordinasi Kehumasan

Forum Koordinasi Bakohumas menjadi wadah resmi bagi humas kementerian, lembaga, dan instansi terkait agar satu suara dalam menyampaikan kebijakan. Kemenko Polkam memilih lokasi Graha Marinir Panti Perwira agar diskusi berjalan dalam suasana formal sekaligus dekat dengan institusi keamanan. Dalam forum semacam ini, pembicara dari kalangan media dilibatkan agar sudut pandang praktisi redaksi ikut memperkaya strategi komunikasi publik.

Syafril Nasution mewakili pengalaman grup media besar yang sehari-hari berhadapan dengan verifikasi fakta, kecepatan produksi berita, dan tekanan platform digital. Partisipasinya memberi sinyal bahwa media arus utama tetap menjadi mitra penting pemerintah dalam menekan hoaks.

Mengapa Informasi Benar Perlu Ditekankan

Judul pesan yang melekat pada kehadirannya menegaskan satu prinsip sederhana: lawan disinformasi dengan informasi yang benar dan tepercaya. Prinsip itu bukan slogan kosong. Di lapangan, konten menyesatkan sering memanfaatkan emosi, foto lama, atau potongan video tanpa konteks. Masyarakat Padang yang terbiasa berbagi kabar lewat grup percakapan rentan terdampak bila tidak dilengkapi literasi digital memadai.

Media yang menjalankan standar redaksi ketat berperan sebagai penyeimbang. Ketika pejabat humas dan jurnalis sepakat mengedepankan data resmi serta klarifikasi cepat, ruang gerak penyebar hoaks menyempit. Forum di Jakarta Pusat itu menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga ruang informasi publik bersifat bersama.

Dampak bagi Pembaca di Padang dan Sumbar

Meskipun acara berlangsung di ibu kota, implikasinya terasa hingga daerah. Warga Sumatera Barat mengakses portal berita, televisi, dan media sosial yang sama. Ketika tokoh seperti Syafril Nasution menggarisbawahi pentingnya sumber tepercaya, redaksi lokal ikut terdorong memperketat cek fakta sebelum menyiarkan isu sensitif, mulai dari politik hingga bencana.

Pemerintah daerah dan humas OPD di Sumbar juga dapat mencontoh pola koordinasi Bakohumas agar rilis resmi tidak saling bertentangan. Keterpaduan pesan dari pusat sampai kabupaten membantu publik memperoleh kejelasan, terutama saat isu nasional memanas.

Kolaborasi Media dan Pemerintah ke Depan

Keterlibatan Direktur Pemberitaan iNews Media Group dalam forum Kemenko Polkam menandai bahwa industri media tidak berdiri di luar sistem komunikasi negara. Kerja sama yang sehat tetap menjaga independensi redaksi sambil mendukung literasi publik. Langkah berikutnya adalah memastikan hasil diskusi tidak berhenti di ruang pertemuan, melainkan dijabarkan menjadi panduan praktis bagi humas daerah dan ruang redaksi.

Bagi portal daerah seperti di Padang, momentum ini memperkuat komitmen menyajikan berita yang dapat diverifikasi. Pembaca diingatkan untuk selalu menelusuri sumber primer, membandingkan sejumlah laporan, dan waspada terhadap konten yang memancing kemarahan tanpa data. Dengan begitu, ekosistem informasi di Sumatera Barat ikut lebih sehat.

Forum Bakohumas 1 September 2026 di Jakarta Pusat pada akhirnya menjadi cermin bahwa melawan disinformasi bukan tugas satu pihak. Pemerintah, media nasional, media daerah, dan masyarakat sama-sama memegang peran. Informasi tepercaya tetap menjadi benteng utama agar ruang publik tidak dikuasai spekulasi.

Sumber: Okezone.

Tag: Syafril Nasution, Bakohumas, disinformasi, Kemenko Polkam, informasi tepercaya, MNC Group, iNews, literasi digital