Semangat merdeka kembali dihidupkan lewat perjalanan lintas pulau yang membagikan bendera ke sekolah di sejumlah daerah. Inisiatif anak muda bernama Lintangnusa, dengan FIFGROUP sebagai official partner, menempuh rute ribuan kilometer dari Bandung hingga Sumba demi menyalurkan Merah Putih serta perlengkapan belajar ke 17 sekolah dasar. Bagi pembaca di Padang dan Sumatera Barat, kisah ini relevan sebagai potret kepedulian nasional terhadap pendidikan di wilayah terpencil.
Rombongan berangkat pada Juli 2026 dari Bandung, Jawa Barat, memakai sepeda motor. Tema yang diusung adalah kemerdekaan. Perjalanan panjang itu tidak hanya soal jarak, tetapi juga soal menjangkau anak-anak di sekolah yang menjadi titik singgah di sepanjang rute.
Puncak perjalanan di Bukit Ndapayami
Pada 17 Agustus 2026, kontingen Lintangnusa tiba di Bukit Ndapayami, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Di lokasi itu digelar upacara bendera bersama murid SD Negeri Ndayami dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Momen tersebut menjadi penutup simbolis perjalanan yang dimulai sebulan sebelumnya.
Kehadiran di Sumba menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bisa dirayakan bersama komunitas sekolah di wilayah yang jauh dari pusat kota. Upacara di bukit itu mempertemukan semangat relawan muda dengan antusiasme siswa setempat.
Bendera Merah Putih untuk 17 sekolah dasar
Sepanjang rute, Lintangnusa tidak hanya melintas. Tim membagikan bendera Merah Putih kepada 17 sekolah dasar. Bendera tersebut dikibarkan saat upacara kemerdekaan di masing-masing sekolah. Selain bendera, siswa juga menerima buku dan alat tulis sebagai dukungan terhadap kegiatan belajar sehari-hari.
Pendekatan ini menggabungkan simbol kenegaraan dengan kebutuhan praktis ruang kelas. Distribusi dilakukan bertahap mengikuti jalur tour, sehingga setiap sekolah penerima dapat langsung memanfaatkan bantuan pada peringatan 17 Agustus di lingkungan masing-masing.
Makna dukungan menurut Direktur FIFGROUP
Direktur FIFGROUP, Daniel Hartono, menjelaskan alasan perusahaan mendukung kegiatan tersebut. Ia menyebut kemerdekaan sebagai momentum untuk terus bergerak, menumbuhkan optimisme, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Semangat itu, menurutnya, tercermin dalam perjalanan Lintangnusa yang membawa bendera sekaligus semangat belajar ke berbagai daerah.
Daniel juga menekankan bahwa dampak besar sering berawal dari langkah kecil, asalkan dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Dukungan resmi sebagai partner menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan inisiatif tersebut tanpa mengubah karakter kegiatan yang digagas komunitas muda.
Nilai kebersamaan untuk pembaca Sumbar
Meski titik berangkat dan puncak acara berada di luar Sumatera Barat, pola kolaborasi antara dunia usaha, relawan, dan sekolah layak dicermati warga Padang. Model serupa—membawa simbol kemerdekaan sambil menyuplai buku dan alat tulis—bisa menginspirasi kegiatan lokal yang menargetkan sekolah di pelosok Sumbar, dengan tetap mengedepankan fakta bahwa rute Lintangnusa sendiri berfokus pada jalur Bandung–Sumba.
- Titik berangkat: Bandung, Juli 2026
- Kendaraan utama: sepeda motor
- Penerima: 17 SD beserta bendera, buku, dan alat tulis
- Puncak: upacara 17 Agustus 2026 di Bukit Ndapayami bersama SD Negeri Ndayami
Secara keseluruhan, kolaborasi FIFGROUP dan Lintangnusa memperlihatkan cara memperingati HUT RI yang melampaui seremoni singkat. Bendera yang dikibarkan di 17 sekolah dan perlengkapan belajar yang diserahkan kepada siswa menjadi jejak konkret perjalanan ribuan kilometer hingga ujung Sumba.
Kegiatan itu menutup rangkaian dengan pesan sederhana: kemerdekaan terus dijaga lewat kepedulian nyata pada generasi pelajar, di mana pun sekolah mereka berada.
Sumber: Sindo News.
