METRO
Indeks
Nasional

Pelatih Lemhannas Bekali Dosen UBSI Perkuat Integritas Mahasiswa

Penguatan nilai kebangsaan kembali menjadi fokus akademisi setelah dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Verry Riyanto, menyelesaikan Pelatihan untuk Pelatih atau Training of Trainers (ToT) yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Program angkatan ke-40 itu berlangsung di markas Lemhannas, Jakarta Pusat, dari 26 Agustus hingga 3 September 2026, dan diikuti para dosen, guru, serta widyaiswara.

Bagi pembaca di Padang dan Sumatera Barat, isu ini relevan karena dunia kampus di daerah juga menghadapi arus informasi cepat, pergeseran identitas, serta kebutuhan menjaga karakter lulusan. Materi yang diterima peserta ToT dirancang agar bisa diterapkan kembali di lembaga pendidikan masing-masing, termasuk perguruan tinggi di luar Jakarta.

Pembukaan di Ruang Pancasila dan jadwal delapan hari

Kegiatan dibuka di Ruang Pancasila, Gedung Tri Gatra Lemhannas RI. Selama delapan hari, peserta menerima paparan intensif tentang wawasan kebangsaan, tantangan kontemporer, serta pendekatan penyebarluasan nilai di ruang kelas dan komunitas akademik.

Format pelatihan khusus bagi pendidik menempatkan peserta bukan hanya sebagai penerima materi, melainkan calon pelatih yang diharapkan mampu meneruskan substansi di kampus, sekolah, maupun lembaga diklat. Pendekatan ini sejalan dengan peran perguruan tinggi sebagai benteng pembentukan karakter di samping kompetensi teknis.

Tantangan bangsa yang disorot pemateri Lemhannas

Dalam salah satu sesi, Mayjen TNI Dr Joseph Robert Giri, SIP, MSi, MHI, MHan, CGCAE, menguraikan sejumlah persoalan yang dinilai menguji ketahanan bangsa. Ia menyinggung penurunan kesadaran berbangsa, potensi konflik sosial, praktik korupsi, serta pengaruh globalisasi dan media sosial yang dapat mengikis identitas nasional apabila tidak diimbangi literasi dan keteladanan.

Pemaparan tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu lini depan. Ketika arus informasi bergerak cepat, mahasiswa memerlukan pijakan moral dan pemahaman sejarah-budaya agar tidak mudah terombang-ambing isu yang memecah belah.

Tanggapan dosen UBSI dan rencana di kampus

Verry menilai isi materi sangat dekat dengan dinamika perguruan tinggi saat ini. Menurutnya, ringkasan paparan Mayjen Joseph Robert Giri termasuk yang paling berkesan dan akan menjadi pedoman dalam menjalankan amanah berikutnya di lingkungan akademik.

Ia menekankan bahwa penanganan persoalan kebangsaan tidak cukup dengan seruan normatif. Kunci yang ia soroti meliputi penguatan integritas lewat pendidikan karakter, transparansi, serta pemahaman wawasan kebangsaan yang berpijak pada sejarah dan budaya. Setelah pelatihan, ia menegaskan komitmen menyebarkan nilai-nilai Pancasila di UBSI, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif.

  • Penguatan integritas dan pendidikan karakter mahasiswa
  • Transparansi sebagai bagian dari budaya akademik
  • Wawasan kebangsaan berbasis sejarah dan budaya
  • Penyebarluasan nilai Pancasila di lingkungan kampus digital

Peran kampus menjaga keutuhan nilai di era modern

Keikutsertaan akademisi dalam ToT Lemhannas RI diharapkan memperkokoh fungsi perguruan tinggi mencetak lulusan yang unggul secara keilmuan sekaligus kokoh secara karakter kebangsaan. Di tengah persaingan keterampilan digital, fondasi Pancasila dan kesadaran berbangsa tetap menjadi penentu arah sikap warga negara muda.

Bagi ekosistem pendidikan di Sumbar, termasuk Padang, spirit yang sama dapat menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi kampus perlu berjalan beriringan dengan literasi kebangsaan. Tanpa mengada-ada partisipasi lokal dalam angkatan tersebut, berita ini tetap memberi gambaran model penguatan dosen yang bisa diadaptasi lembaga pendidikan daerah melalui kurikulum karakter, diskusi wawasan, dan keteladanan dosen.

Dengan selesainya program pada awal September 2026, langkah berikutnya ada di tangan peserta: menerjemahkan materi ruang pelatihan menjadi praktik sehari-hari di kelas, organisasi kemahasiswaan, dan budaya kerja kampus. Upaya itu dinilai sebagai bagian dari menjaga keutuhan serta keberlanjutan nilai luhur bangsa di era modern.

Sumber: Republika.

Tag: nilai kebangsaan, Lemhannas RI, dosen UBSI, ToT kebangsaan, Pendidikan karakter, Pancasila kampus, wawasan kebangsaan, Sumatera Barat