Pengakuan mengejutkan dari pejabat komunikasi pemerintah Israel, Eli Hazan, kembali menyita perhatian publik internasional, termasuk pembaca di Padang dan Sumatera Barat yang aktif mengikuti isu geopolitik. Dalam rekaman yang beredar luas, Eli Hazan menyatakan secara terang-terangan bahwa ia membuat berita palsu sebagai bagian dari strategi propaganda perang. Pernyataan itu memicu perdebatan tentang batas etika komunikasi negara saat konflik berlangsung.
Klip video berisi pengakuan tersebut menyebar cepat di media sosial, terutama di platform X. Menurut laporan yang beredar, tontonan klip itu telah melampaui satu juta kali, disertai ribuan unggahan ulang serta komentar yang mempolarisasi. Sebagian warganet menilai pengakuan itu membuktikan manipulasi narasi, sementara yang lain memandangnya sebagai frankness yang jarang diungkapkan pejabat resmi.
Isi pengakuan yang memicu kontroversi
Dalam cuplikan yang viral, Eli Hazan menekankan bahwa kebenaran dan fakta dinilainya tidak lagi menjadi prioritas utama dalam perang komunikasi. Ia lalu mengakui telah merespons pihak lawan dengan memproduksi berita palsu. Nada bicaranya terkesan blak-blakan, jauh dari gaya pejabat yang biasanya berhati-hati memilih kata di depan kamera.
Pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri. Hazan mengaitkan pengakuannya dengan kebutuhan Israel menata ulang strategi komunikasi agar lebih agresif dan adaptif. Ia menyinggung pendekatan yang ia anggap efektif di panggung politik global, khususnya gaya komunikasi yang kerap dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Model komunikasi ala Trump yang disinggung
Hazan menilai Israel perlu meniru pola komunikasi yang menonjolkan pengulangan klaim, penekanan narasi sendiri, serta pembingkaian pemberitaan yang merugikan sebagai “fake news”. Dalam wacana publik, model itu sering dikaitkan dengan penolakan terhadap liputan kritis dan penguatan pesan yang sudah dikendalikan pihak penguasa atau kampanye.
Bagi pengamat media, rujukan semacam itu memperjelas tarik-menarik antara kepentingan propaganda dan standar jurnalisme. Ketika pejabat komunikasi negara mengaku memproduksi hoaks, kepercayaan publik terhadap pernyataan resmi berpotensi menurun, baik di dalam negeri maupun di mata komunitas internasional.
Mengapa isu ini relevan bagi pembaca Padang
Meskipun peristiwa berpusat di Tel Aviv dan arena konflik Timur Tengah, dampaknya terasa pada cara masyarakat Indonesia mengonsumsi berita luar negeri. Di Padang, arus informasi soal Israel-Palestina dan isu perang sering masuk lewat media sosial, grup pesan, serta portal berita. Pengakuan Eli Hazan menjadi pengingat bahwa tidak semua narasi pejabat otomatis netral atau terverifikasi.
Literasi media menjadi kunci. Pembaca disarankan membandingkan sumber, memeriksa konteks klip video, dan memisahkan opini dari fakta yang dapat dikonfirmasi. Portal daerah seperti Liputan Padang memandang penting menyampaikan isu global dengan bahasa yang jernih agar warga tidak mudah terjebak disinformasi yang dibingkai sebagai “kebenaran perang”.
- Periksa keaslian video dan sumber kutipan sebelum membagikan.
- Bandingkan laporan dari sejumlah media yang kredibel.
- Waspadai judul emosional yang menyederhanakan konflik rumit.
- Utamakan data dan pernyataan utuh, bukan potongan kalimat semata.
Dampak terhadap kepercayaan publik dan diplomasi informasi
Pengakuan pejabat setingkat komunikator pemerintah berpotensi memperkeras kritik terhadap kebijakan informasi Israel di masa konflik. Lawan politik dan organisasi hak asasi manusia biasanya memanfaatkan momen semacam ini untuk menuntut transparansi lebih besar. Di sisi lain, pendukung pemerintah bisa menilai kejujuran Hazan sebagai bukti bahwa perang narasi memang sudah menjadi medan tempur setara dengan operasi militer.
Dalam jangka panjang, praktik mengorbankan fakta demi propaganda berisiko menormalisasi hoaks sebagai alat negara. Hal itu bertentangan dengan prinsip akuntabilitas publik yang dianut banyak demokrasi. Bagi khalayak di Sumatera Barat yang mengikuti perkembangan dunia lewat gawai, episode ini menegaskan pentingnya sikap kritis terhadap setiap klaim pejabat asing yang viral.
Hingga berita ini disusun, pengakuan Eli Hazan masih menjadi bahan diskusi di ruang digital. Publik menunggu apakah pemerintah Israel akan memberikan penjelasan resmi terkait pernyataan pejabat komunikasinya itu, atau membiarkan video tersebut berbicara sendiri di tengah perang opini yang terus berlangsung.
Sumber: Sindo News.
