Berita ledakan mal Kumamoto menjadi sorotan warga Padang yang akrab dengan risiko gempa. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memastikan tiga orang tewas setelah ledakan mengguncang AEON Mall Kumamoto di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, menyusul gempa bumi magnitudo 7,1 pada Selasa petang waktu setempat.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat di markas tanggap darurat pemerintah pada Rabu, 29 Juli. Takaichi menegaskan masih ada warga yang terjebak di kompleks perbelanjaan besar tersebut, sementara operasi penyelamatan berlanjut di sejumlah titik terdampak.
Korban gempa dan kondisi di lapangan
Sebelumnya pemerintah Jepang mengonfirmasi total 13 orang meninggal dunia terkait gempa yang terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Selain itu, laporan menyebutkan tujuh orang mengalami luka serius dan 29 orang lainnya luka ringan, termasuk kasus yang masih ditelaah kaitannya dengan guncangan.
Di Kota Yatsushiro, runtuhnya cerobong pabrik Nippon Paper membuat sejumlah orang dinyatakan hilang. Lebih dari 20 jam setelah gempa utama, Takaichi menekankan bahwa masih ada warga yang menunggu pertolongan di lokasi-lokasi kritis.
Kronologi evakuasi dan ledakan di mal
AEON Mall Kumamoto merupakan mal terbesar di prefektur itu dan baru dibuka kembali bulan lalu sebagai kompleks belanja serta hiburan yang diperbarui. Bangunan sempat rusak parah pada gempa Kumamoto 2016 dan digarap ulang dengan penekanan pada penguatan langit-langit serta ketahanan seismik.
Menurut Presiden AEON Akio Yoshida, staf berhasil mengevakuasi sekitar 3.000 pengunjung dalam waktu setengah jam setelah guncangan. Namun sekitar 50 menit kemudian ledakan terjadi. Sebagian orang diduga masih berada di dalam atau kembali ke gedung karena alasan tertentu.
Pada Rabu pagi, petugas mengevakuasi delapan orang dari area yang sebagian runtuh; tiga di antaranya meninggal. Operator mal menyebut status tiga pekerja toko belum diketahui dan sedang menelusuri kemungkinan kebocoran gas. Saksi di sekitar lokasi menggambarkan debu tebal, kepanikan di jalan, hingga suara yang dikira ledakan bom.
Dugaan gas dan respons petugas
Juru bicara pemerintah Minoru Kihara menyampaikan bahwa sejumlah penyelamat mencium bau gas. Pihak AEON menjelaskan mal memakai LPG dari tangki luar ruangan, bukan gas pipa, dan sistem tersebut baru melewati pemeriksaan keamanan sebulan sebelumnya. Tangki luar tampak utuh dalam rekaman, sehingga penyebab pasti masih memerlukan investigasi menyeluruh.
Yoshida menilai kemungkinan ledakan terkait gas sangat tinggi, tetapi menekankan belum ada kesimpulan final. Pada jam-jam awal, polisi dan pemadam berhati-hati memasuki reruntuhan karena risiko keruntuhan lanjutan di tengah ratusan gempa susulan yang tercatat di Kumamoto hingga akhir Selasa.
- Sekitar 450 pusat evakuasi dibuka untuk warga terdampak.
- Perkiraan 7.700 orang mengungsi di fasilitas penampungan.
- Pasukan Bela Diri dikerahkan sekitar 4.600 personel.
- Kekuatan polisi ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 petugas.
Mengapa isu ini penting bagi pembaca Padang
Bagi masyarakat Padang dan Sumatera Barat, rangkaian peristiwa di Kumamoto mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, evakuasi tertib, serta audit keselamatan bangunan publik setelah gempa. Cuaca panas di Jepang diperkirakan membuat masa pengungsian berlangsung lebih lama, sehingga logistik dan pengamanan fasilitas penampungan menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Hingga laporan ini disusun, penyelamatan di mal dan lokasi lain terus berjalan. Penyelidikan teknis atas ledakan masih dibuka untuk memastikan rantai penyebab dan mencegah terulangnya tragedi serupa di fasilitas komersial rawan guncangan.
Sumber: Tempo.
