METRO
Indeks
Nasional

Donggala Ajak Pakar Kampus Susun Arah Pertanian Berbasis Data

Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mempererat kerja sama dengan kalangan akademisi untuk memajukan pertanian Donggala secara terukur. Langkah ini diambil agar setiap kebijakan menyentuh persoalan lapangan dan bertumpu pada temuan ilmiah, bukan sekadar asumsi administratif.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyampaikan sikap tersebut di Banawa. Ia menilai dukungan pakar pertanian membantu pemerintah daerah merumuskan langkah yang solutif, realistis, dan selaras dengan kondisi petani setempat.

Bagi pembaca di Kota Padang dan Sumatera Barat, pola kolaborasi pemda–kampus seperti ini menarik disimak sebagai contoh penguatan sektor primer berbasis riset, tanpa mengabaikan karakteristik wilayah masing-masing.

Momentum sinergi di tingkat kabupaten

Vera menekankan bahwa keterlibatan akademisi menjadi bagian penting dari upaya membangun sinergi lintas pihak. Tujuannya jelas: menyusun strategi konkret yang mendorong pembangunan daerah sekaligus menyejahterakan masyarakat, terutama pelaku usaha tani.

Menurutnya, masukan dari pakar memberi pijakan agar program tidak meleset dari kebutuhan. Dengan begitu, dokumen perencanaan daerah lebih mudah dijabarkan menjadi aksi yang dapat dievaluasi secara berkala.

Cakupan analisis dan rekomendasi teknologi

Para akademisi dinilai memberi telaah menyeluruh atas sektor pertanian di Donggala. Ulasan itu mencakup pengelolaan lahan, tingkat produktivitas komoditas, serta alur rantai pasok dari hulu ke hilir.

Selain pemetaan masalah, mereka juga menawarkan gagasan inovatif beserta rekomendasi teknologi pertanian modern yang dinilai layak diterapkan dalam waktu dekat. Seluruh catatan tersebut akan dijadikan dasar penyusunan rencana aksi daerah.

  • Pengelolaan dan efisiensi lahan pertanian
  • Peningkatan produktivitas komoditas unggulan
  • Perbaikan rantai pasok dan distribusi hasil
  • Adopsi teknologi yang sesuai kondisi lokal

Tekanan penyusutan lahan dan data resmi

Kolaborasi ini dinilai mendesak karena Survei Ekonomi Pertanian 2024 mencatat penyusutan luas lahan pertanian di Donggala mencapai 14,65 persen. Saat ini, luas areal sawah yang tercatat di kabupaten tersebut sebesar 9.045,14 hektare.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perluasan produktivitas tidak bisa hanya mengandalkan penambahan lahan. Intensifikasi, tata kelola, dan inovasi budidaya justru semakin krusial agar hasil panen tetap stabil.

Arah swasembada dan ketahanan pangan

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah kabupaten menatap peluang mencapai swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri. Harapan itu dilandasi keyakinan bahwa kebijakan berbasis data lebih mudah diukur dan dikoreksi.

Sinergi dengan akademisi diharapkan terus mengalir ke tahap implementasi, mulai dari uji coba teknologi hingga pendampingan petani. Dengan cara itu, pertanian Donggala berpeluang tumbuh lebih tangguh menghadapi tekanan lahan dan dinamika pasar.

Pada akhirnya, model kerja sama ini menegaskan bahwa pembangunan pertanian daerah memerlukan dialog terbuka antara birokrasi dan perguruan tinggi. Hasilnya diharapkan bukan sekadar dokumen, melainkan perbaikan nyata di tingkat produksi dan kesejahteraan warga.

Sumber: Republika.

Tag: pertanian Donggala, akademisi, ketahanan pangan, Vera Elena Laruni, lahan sawah, swasembada pangan, Sulawesi Tengah, kebijakan daerah