METRO
Indeks
Olahraga

Messi Hentikan Karier Internasional Argentina, Drama Pensiun 2016 Mencuat Lagi

Keputusan Lionel Messi soal Messi pensiun Argentina dari tim nasional pada 2026 langsung menjadi perbincangan luas di kalangan pecinta bola, termasuk pendukung di Padang dan Sumatera Barat yang selama ini mengikuti sepak terjang La Albiceleste. Setelah lebih dari dua dekade membela negara, megabintang itu memilih menutup babak internasionalnya.

Langkah tersebut tidak berdiri sendiri di memori publik. Banyak yang langsung menautkannya dengan episode hampir identik satu dekade sebelumnya, ketika Messi sempat menyatakan berhenti total dari timnas usai final Copa América yang menyakitkan.

Keputusan besar setelah dua dekade bersama La Albiceleste

Messi resmi menempatkan titik akhir pada kiprah internasionalnya bersama Argentina sepanjang 2026. Ia telah melewati fase panjang penuh tekanan, harapan, dan akhirnya piala dunia yang dinanti generasi penggemarnya.

Bagi banyak penonton di Indonesia, sosoknya tetap menjadi tolok ukur kualitas dan daya juang. Di Padang, diskusi di warung kopi hingga grup media sosial kerap menyinggung apakah generasi penerus Argentina mampu mengisi kekosongan kepemimpinan di lapangan yang selama ini melekat pada nomor 10 tersebut.

Bayangan final Copa América Centenario 2016

Pada 2016, Argentina takluk dari Chile lewat adu penalti di final Copa América Centenario. Messi saat itu berusia 29 tahun. Ia gagal mengeksekusi satu penalti, dan kekalahan itu menjadi final keempat yang luput dalam rentang sembilan tahun.

Usai laga, ia tampil emosional. Messi menegaskan tim nasional sudah berakhir baginya, bahwa ia telah melakukan segalanya, dan rasa sakit karena belum juara terlalu dalam. Ia juga menyinggung empat final yang gagal diraih serta keyakinan bahwa keputusan berhenti adalah yang terbaik bagi dirinya dan lingkungan sekitar.

Pernyataan emosional yang sempat mengunci pintu

Kala itu Messi telah tampil 113 kali bersama Argentina. Ia menekankan trofi bersama negara adalah hal yang paling diinginkannya, namun merasa tidak sanggup mendapatkannya. Nada bicaranya tegas: ia menganggap babak itu selesai dan tidak mudah diubah.

Publik global, termasuk media olahraga, sempat menganggap pernyataan itu sebagai penutup karier internasional. Sejarah kemudian mencatat ia kembali, menuntaskan misi besar, lalu kini kembali menghadapi momen perpisahan yang lebih definitif di 2026.

Mengapa respons era rivalitas kembali dibicarakan

Judul perdebatan publik ikut mengangkat respons tokoh rival dari masa 2016. Ketika Messi goyah dan menyatakan pensiun, reaksi sejumlah pemain papan atas dunia ikut membentuk narasi. Kini, paralel antara dua momen pensiun itu membuat cuplikan lama beredar lagi di linimasa.

Bagi pembaca di Sumbar, intinya bukan sekadar nostalgia rivalitas, melainkan pelajaran tentang tekanan juara di level internasional. Timnas yang berkali-kali ke final tanpa trofi bisa mematahkan mental individu terbaik sekalipun, sebelum akhirnya menemukan resolusi di tahun-tahun berikutnya.

  • 2016: pernyataan pensiun usai final Copa América Centenario.
  • Tekanan empat final tanpa gelar dalam sembilan tahun.
  • 2026: penutupan karier internasional setelah perjalanan panjang.
  • Perbincangan penggemar lokal soal warisan kepemimpinan Messi.

Artinya bagi penggemar sepak bola di Padang

Komunitas bola di Padang terbiasa menyaksikan laga Argentina dan klub yang dibela Messi hingga dini hari. Perpisahan dari timnas menandai bergesernya era. Yang tersisa adalah rekam jejak, momen dramatis, dan standar tinggi yang diwariskan kepada pemain muda Argentina.

Portal lokal mencatat antusiasme itu tetap sehat: apresiasi pada legenda, tanpa mengaburkan fakta bahwa regenerasi adalah keniscayaan setiap skuat nasional. Keputusan 2026 menutup satu sirkuit panjang yang pernah nyaris berakhir prematur pada 2016.

Dengan demikian, berita pensiun Messi dari Argentina bukan hanya penanda statistik caps dan gelar. Ia juga mengingatkan bagaimana satu kekecewaan final bisa mendorong pernyataan “sudah berakhir”, sebelum sejarah memberi babak lanjutan, lalu benar-benar tiba di garis penutup karier internasional.

Sumber: Sindo News.

Tag: Messi pensiun, timnas Argentina, Copa America 2016, Lionel Messi, sepak bola, penggemar Padang, La Albiceleste, final Copa America